Warta Lereng Gunung Argopuro, Rembang, Jawa Tengah

Warna Merah Batik Lasem Khas Pesisiran

Banyak orang menilai, batik tulis Lasem memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Corak (gambar) dan proses pewarnaan dibuat dengan detail dan cukup rumit. Sementara itu bahan-bahan yang digunakan tidak sembarangan karena dipilih dari barang yang berkualitas tinggi. Karena itu, batik tulis Lasem punya beberapa kelebihan, salah satunya adalah menyangkut daya tahan warna yang tidak mudah luntur.

Satu ciri khas batik tulis Lasem yang belum bisa ditiru daerah lain adalah corak yang menonjolkan warna merah khas pesisiran. Bahkan menurut penuturan beberapa pengusaha batik di Lasem, rahasia proses pewarnaan itu pernah ditawar hingga puluhan juta rupiah oleh pengusaha batik asal Surakarta dan Pekalongan, tetapi penawaran itu ditolaknya.

Itulah sebabnya, batik tulis Lasem dikenal banyak orang. Tak hanya masyarakat di Pulau Jawa yang menyukai batik tulis Lasem. Masyarakat di luar Pulau Jawa, bahkan di luar negeri, terutama orang Belanda, Jepang, dan Amerika, menyukai batik Lasem.

Siti Romlah (50), seorang perajin batik di Lasem mengatakan, mungkin tidak banyak orang yang tahu mengenai proses pembuatan batik tulis Lasem. Kerajinan batik tulis itu tak terpisahkan dari kehidupan wanita Lasem. Sudah lama daerah itu amat dikenal dengan kerajinan batiknya yang indah dan langka. Dikatakan langka karena setiap hasil karya tidak ada kembarannya. Hal ini bisa terjadi karena cara pengerjaan coraknya melalui lukisan tangan.

Mereka, para perajin batik di Lasem itu, merupakan seniwati yang mahir alias sangat ahli dalam bidangnya. Tangan-tangan mereka begitu cekatan membuat motif yang tak mungkin bisa dikerjakan oleh orang awam.

Romlah mengatakan, pekerjaan membatik itu sangat rumit sehingga membutuhkan kesabaran. Tak cuma itu, setiap pembatik harus memiliki jiwa seni. Tanpa semua itu tak mungkin bisa menghasilkan karya yang menawan hati.

Karena itulah harga batik tulis Lasem cukup mahal, sebab proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan untuk membuat satu potong batik saja bisa menghabiskan waktu enam bulan sehingga wajar bila harga batik Lasem ada yang mencapai Rp 3 juta per potong. Namun harga umum Rp 75.000-Rp 750.000 per potong.

Percaya atau tidak, ternyata pasar batik tulis Lasem mengalami pasang surut. Sigit (78), pengusaha batik Lasem itu mengatakan, dulu, pada masa penjajahan Belanda, batik Lasem mengalami kejayaan. Namun ketika tentara Jepang masuk ke Indonesia, batik Lasem menjadi terpuruk. Setelah tentara Jepang meningkalkan negara kita, batik Lasem mulai bangkit lagi.

Sekarang, tambah Sigit, pemasaran batik tulis Lasem terasa seret lagi. Akibatnya, banyak pengusaha batik yang ambruk. “Sekarang ini yang bisa bertahan cuma beberapa orang,” katanya.

Menyikapi masalah itu, Pemkab melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) bekerja sama dengan Kantor Pariwisata, beberapa waktu lalu mengadakan seminar tentang batik tulis di Aula Klenteng Utara, Lasem.

Narasumber yang hadir dalam acara itu cukup berbobot, yakni pemerhati dan peneliti budaya etnis China dari Institut Pluralisme Indonesia (IPI) Wiliam Cant, Musa dari Asosiasi Perancang Mode Pengusaha Indonesia (APMPI), dan satunya lagi Tamtana dari Asosiasi Mebel dan Perajin Indonesia (AMPI).

Wiliam Cant berpendapat, untuk bisa menggairahkan pasar batik tulis Lasem ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kita harus bisa melestarikan budaya. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk batik tulis khas Lasem yang sudah punya nama.

Adapun untuk bisa memenuhi order, seorang pengusaha harus cukup modal. Selain itu, pengusaha batik dituntut menguasai pemasaran dan mampu mencari peluang pasar. Dengan demikian, pengembangan ekonomi bisa lancar.

Akan tetapi Musa yang berprofesi sebagai perancang mode punya pendapat lain. Dia mengatakan, sekarang sudah saatnya para pengusaha batik Lasem melakukan kerja sama dengan para perancang mode. (Djamal A Garhan-85n)

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0406/12/mur04.htm

Filed under: batik, Lasem, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: