Warta Lereng Gunung Argopuro, Rembang, Jawa Tengah

Rembang Patenkan 20 Motif Batik Lasem

Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bekerja sama dengan sejumlah pengusaha batik lasem mematenkan motif batik lasem. Langkah ini diambil dalam rangka melindungi dan mempermudah pemasaran batik di kancah perdagangan internasional.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, Kabupaten Rembang, Sudirman, Sabtu (6/6) di Rembang, mengatakan, saat ini sudah 20 motif dari 200 motif batik lasem yang dipatenkan melalui Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Biaya

Biaya paten, kata Sudirman, Rp 1,5 juta per motif atau Rp 300 juta untuk 20 motif tersebut Pemerintah Kabupaten Rem-bang menanggung sebagian besar biaya itu dan sisanya ditanggung pengusaha batik.

“Dengan pematenan itu, kami berharap motif batik lasem tidak diklaim daerah atau negara lain. Selain itu. pematenan mempermudah pemasaran batik di kancah internasional. Pasalnya, setiap kali membeli batik, pembeli dari luar negeri kerap menanyakan motif batik itu sudah dipatenkan atau belum,” kata Sudirman.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, Kabupaten Rembang, batik yang dipatenkan, antara lain, motif kendoro-kendiri ukel, latohan abangan, parang sekar es teh, lasem sekar jagad, lasem pa-siran, dan lasem lerek lung-lung-an. Motif-motif itu didominasi warna merah marun, biru, coklat, dan ungu. (HEN

Sumber : Kompas, Minggu, 07 Juni 2009

Filed under: batik, Lasem, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: