Warta Lereng Gunung Argopuro, Rembang, Jawa Tengah

Rembang Gagas Film Sejarah

Pemkab Rembang melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat tengah menggagas pembuatan film kolosal bertemakan sejarah Rembang. Film tersebut dibuat untuk keperluan promosi potensi wisata lokal kabupaten di ujung timur Jawa Tengah itu.

Kepala Bidang Pariwisata pada Disbudparpora Murni Nur Rif’ah menyebutkan, rencana pembuatan film kolosal tersebut sudah dikomunikasikan dengan Bagian Budaya pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Destinasi Pariwisata RI. “Film ini diharapkan mampu memberikan gambaran secara utuh mengenai sejarah Rembang, meliputi sejarah Sunang Bonang, RA Kartini, hingga batik tulis Lasem,” jelasnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: batik, Bonang, Lasem, Pecinan, Pesantren, produk lokal, Sejarah, Tokoh, Umum, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sayyid Hamzah as-Syato, Penyebar Islam di Sedan

Setiap tanggal 23 Muharrom, masyarakat Sedan dan sekitarnya memperingati haul ulama’ karismatik Sayyid Hamzah as-Syato. Ribuan orang tumblek bek dalam haul tersebut.

Mereka datang dari berbagai lapisan dan daerah. Tak hanya dari Sedan, peziarah dari berbagai kota di luar Kabupaten Rembang juga berbondong-bondong memadati pesarean terakhir sang wali. Mereka berdoa dengan khidmat di sana. Hal tersebut tercermin pada perngatan haul Sayyid Hamzah as-Syato yang tahun ini bertepatan pada hari Sabtu, 8 Desember silam.

Mbah Hamzah, demikian ia biasa dipanggil, merupakan penyebar agama Islam di Daerah Sedan, Rembang dan sekitarnya. Sayyid Hamzah bukan penduduk asli Sedan. Ia merupakan pendatang dari Makkah Al Mukarromah. Dari segi nasab Mbah Hamzah merupakan salah satu dzhurriyah atau keturunan Nabi Muhammad SAW. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Pesantren, Sedan

Warga Sedan Umur 6 Tahun Hafal Alquran

KETIKA sebagian orang tidak yakin Imam Syafii hafal Alquran pada usia 10 tahun, Durottul Muqoffa membuktikan kebenaran itu. Bocah kelahiran tahun 1998 itu malah sudah hafal Alquran 30 juz pada usia enam tahun. Ibu kandungnya, Mundasah menuturkan, mulai melatih Ova, panggilan gadis kecil itu pada usia tiga setengah tahun.

”Ya kami biasakan kalau bermain-main bersama teman lainnya sambil menghafal surat-surat pendek. Mau tidur menghafal lagi, bangun tidur menghafal lagi. Jalan-jalan, sehari-hari tidak berhenti berhadapan dengan Alquran,” katanya.

Ova menjadi kafilah terkecil yang mewakili Jawa Tengah di cabang tartil golongan anak-anak puteri di MTQ Nasional XXI Kendari, Sulawesi Tenggara. Sejak dilepas Wagub Ali Mufiz di Masjid Agung Jateng, Jalan Gajahraya Semarang, ia menjadi perhatian banyak orang. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Pesantren, Sedan

Lestarikan Batik Lasem Hantar Santoso Terima Penghargaan Upakarti

Keinginan Santoso melestarikan batik lasem dengan cara memberdayakan masyarakat terlibat dalam memproduksi kain tradisional , menghantarkannya menerima penghargaan Upakarti Jasa Pelestarian dari Presiden SBY pertengahan bulan Desember mendatang. Santoso akan bertemu Presiden SBY menerima Upakarti, bersama penerima lainnya di Istana Presiden.

Ditemui di kediaman sekaligus tempat usaha di desa Karangturi kecamatan Lasem, Santoso menyebutkan, tidak menyangka apabila upayanya melestarikan batik dengan menggandeng masyarakat ikut serta dalam memproduksi batik lasem akan mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden. Keputusan melibatkan masyarakat beberapa desa dan kecamatan bekerja pada perusahannya semata-mata memberi pekerjaan sampingan, sekaligus mengajak untuk melestarikan batik lasem. Baca entri selengkapnya »

Filed under: batik, Lasem

Flora-Fauna Langka Kawasan Pegunungan Lasem dilindungi

Pegunungan Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sekira setahun terakhir ditetapkan sebagai kawasan lindung. Sejumlah flora dan fauna langka dilindungi secara serius dan dilestarikan agar tidak punah.

Humas KPH Kebonharjo Sujono menyebutkan, di kawasan pegunungan Lasem merupakan habitat hewan langka seperti elang hitam, kijang, dan belibis. Di sejumlah tempat dipasang tanda peringatan berburu dan apabila ada yang nekad melanggar bila tertangkap akan dipidanakan.

Sujono menuturkan selain hewan di kawasan tersebut juga terdapat 51 jenis pohon langka, salah satunya pohon duku woro yang berusia ratusan tahun serta terdapat situs-situs peninggalan Majapahit. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Argopuro

Sentra Batik Tulis Lasem

Batik merupakan salah satu warisan budaya di Indonesia. Keunikan dan cara pembuatan yang khas membuat batik sangat digemari oleh wisatawan baik dari dalam negeri maupun manca negara, bahkan akhir – akhir ini banyak negara luar yang meniru bahkan mengklaim bahwa corak batik tertentu adalah milik mereka.

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Kabupaten Rembang juga mempunyai warisan nenek moyang satu ini. Batik tulis Lasem begitu orang menyebutnya. Ciri khas dari batik tulis Lasem adalah motif pesisiran dengan corak yang unik yaitu warna dominan adalah merah dan biru. Berbagai motif juga sudah dikembangkan untuk menambah corak, warna dan keunikan batik tulis Lasem diantaranya adalah Motif Naga Kricak, Selendang sekar jagat Violet, Lerek gunung ringgit letohan dan masih banyak lagi motif – motif lainnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: batik, Lasem

Batik Lasem: Campuran Kebudayaan Jawa dan Cina

Secara umum Batik di tanah jawa di bagi menjadi dua golongan besar yaitu batik dari pesisiran salah satunya adalah batik Lasem, Cirebon, Tuban dan sebagainya. Batik pesisiran dipengaruhi oleh budaya asing hal ini disebabkan karena banyaknya orang asing yang singgah dipelabuhan. Golongan yang ke dua adalah batik dari kerajaan contohnya adalah batik Solo, Jogja, Banyumas dan sebagainya. Batik ini tidak mendapat pengaruh dari asing, demikian menurut Sigit Wicaksono salah seorang pengusaha dan pengamat batik Lasem.

Menurutnya, kebudayaan Cina paling banyak berpengaruh pada Batik Lasem. Sebagai contoh motif yang dipengaruhi oleh kebudayaan cina adalah motif yang menggunakan gambar burung hong dan pokok – pokok pohon bambu. Menurut kepercayaan Cina pohon bambu melambangkan kerukunan keluarga yang kuat. Baca entri selengkapnya »

Filed under: batik, Lasem

Sunan Bonang dan Putri Malokha

Di dalam Kitab Negarakertagama maupun Pararaton tidak disebutkan adanya keturunan Bhre Lasem, hingga tidak dapat diketahui tentang genealoginya. Meskipun demikian ada beberapa Bhre Lasem yang disebut dalam Pararaton, yaitu Kusumawardhani yang dikenal sebagai Bhre Lasem Sang Ahayu (Bhre Lasem yang cantik), Ia adalah putri Hayam Wuruk dari permaisurinya yang bernama Paduka Sori, Putra Bhra Parameswara.

Kusumawardhani menikah dengan saudara sepupunya yang bernama Wikramawardhana alias Bhra Hyang Wisesa. Wikramawardhana adalah anak Dyah Nittaja, yaitu adik Hayam Wuruk yang kawin dengan Bhre Paguhan yang bernama Singhawardhana. Kemudian ada lagi yang di sebut sebagai Bhre Lasem yaitu Negarawardhani yang dikenal dengan sebutan Bhre Lasem sang Alemu (Bhre Lasem yang gemuk). Ia adalah anak Bhre Pajang yang diperistri oleh Bhre Wirabhumi, putra Hayam Wuruk dari selir. Setelah itu disebut sebagai Bhre Lasem adalah putri Bhre Wirabhumi. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bonang, Lasem

Potensi Pariwisata Embung Lodan

Setiap minggu pagi disekitar embung lodan ramai dikunjungi orang, baik rombongan sepeda dari berbagai daerah di Kabupaten Rembang maupun masyarakat sekitar yang melakukan aktivitas olah raga disekitar embung lodan. Namun kegiatan tersebut hanya dilakukan dalam waktu singkat karena tidak ada fasilitas hiburan yang mampu membuat para pengunjung embung lodan yang bertahan.

Setelah hari raya idul fitri tahun 2010, Bambang (50) bersama putranya Galih (25) warga sarang, membuka warung makan kampoeng Tri G2 dibagian selatan embung lodan. “Untuk perijinan kami sudah ijin PSDA dan dinas pariwisata,” ujar Bambang. Menurut Bambang pihak pengelolaan sumber daya air (PSDA) menyambut positif hal tersebut. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sedan

Pengalaman Pengusaha Bordir Sedan

Sebelum menjadi pengusaha bordir di desa sidorejo Kecamatan Sedan H. Widodo pada awalnya bekerja sebagai sopir angkutan. Sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh potong kain disebuah perusahaan konveksi. Dari situlah awalnya Widodo mempunyai ide untuk membuka usaha bordir yang digeluti sampai sekarang.

Namun menurut Widodo pada awalnya dia tidak terpikir untuk membuka usaha sendiri sampai istrinya di PHK pada tahun 2005 dari perusahaan tempat istrinya bekerja. Karena harus mencukupi kehidupan keluarga, selain itu harus membayar cicilan mobil pick up yang baru dibelinya, Widodo berpikir untuk membuka usaha sendiri. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Sedan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.